Mengajar merupakan suatu kegiatan yang sangat mulia, dimana terjadi proses transfer ilmu pengetahuan antara pihak satu dengan pihak yang lain. proses mengajar ini yang dinamakan kegitan belajar mengajar, orang yang mengajar disebut sebagai pengajar (Guru) sedangkan yang belajar dinamakan peserta didik (Siswa).
Posisi Guru disini sangat berperan penting terhadap keberhasilan peserta didik dalam memahami berbagai pelajaran, karena gurulah yang akan mengantarkan tercapainya penguasaan ilmu pengetahuan. Seorang Guru dalam mengajar, bisa menjadi guru yang handal tidaklah susah akan tetapi memang membutuhkan proses yang panjang untuk mencapainya. Kesabaran adalah kunci terpenting dalam mengajar, terlebih pada siswa yang mempunyai kecerdasan yang berbeda-beda (multiple Intelegent) sehingga dapat dipastikan peserta didik memiliki karakter masing-masing.
Karakter yang berbeda dalam satu kelas pasti memiliki gaya belajarnya masing-masing. Seringkali hal yang demikian tidak di sadari oleh pengajar sehingga ketika mengajar dengan menggunakan satu metode saja sering kali ada siswa yang mengeluh "aku ngantuk, aku capek, pingin minum, pingin ke kemar mandi." itulah beberapa alasan ketika peserta didik sudah mulai bosan dengan model belajar yang kita sampaikan. sebenarnya hal demikian dapat kita atasi dengan bermain, benyanyi, ataupun ice breaking kepada siswa supaya anak-anak menjadi memperhatikan terhadap apa yang kita sampaikan.
Kunci yang kedua adalah telaten, dimana hal ini akan dapat mengetahui seberapa jauh tingkat pemahaman pesert didik terhadap pelajaran yang telah disampaikan. Sering kali peserta didik ketika sedang belajar bersama selalu saja diam dan tidak pernah menjawab pertanyaan. hhal ini bukan berarti peserta didik yang bersangkutan tidak paham namun kadang hal demikian didorong oleh perasaan malu untuk mengungkapkan pendapatnya didepan umum atau juga takut salah. hal demikian dapat kita atasi dengan komunikasi personal dengan menanyakan kepada peserta didik yang bersangkutan atas sikapnya didalam kelas, karena dengan demikian pesetra didik akan lebih terbuka. selain itu ada siswa yang memang benar-benar hiperaktif yang selalu saja berjalan-jalan ketika belajar, namun ketika kita check ternya meskipun belajarnya sambil berjalan-jalan ternyata siswa yang bersangkutan memahami apa yang kita katakan.
Kunci yang ketiga adalah senang, dalam mengajar rasa senang dalam diri seorang guru akan menjadi semangat tersendiri bagi peserta didik, berbeda jika muka kita sudah terlihat tidak semangat maka peserta didikpun akan demikian. Untuk itu kesehatan, fikiran dankesiapan terhadap materi menjadi hal yang sangat penting karena jika kita sudah terbebani dengan hal tersebut selama kita mengajar kita akan merasa terbebani sehingga ini berdampak pada respon siswa yang cenderung negatif.
Kunci yang ke empat adalah menggunakan bahasa ibu, yaitu bahasa yang mudah di pahami oleh peserta didik. sebagus apapun kita setinggi apapun ilmu kita jika kita dalam menyampaikan materi dengan bahasa yang kurang tepat maka itu hanya menjadi omong kosong saja karena apa yang kita ajarkan tidak di ketahui isinya oleh peserta didik.
Sabtu, 1 November 2014